Mahal.
Harga dari sebuah kepercayaan itu mahal adanya.
Akan lebih mahal lagi jika di suatu kesempatan, kita melanggar kepercayaan yang udah dikasih orang lain ke kita.
Been there, done that. Gue gak pernah mau menyalahgunakan kepercayaan orang ke gue. Begitu juga gue mengharapkan orang yang gue kasih kepercayaan, juga gak menyalahgunakan kepercayaan itu. Karena ... it's my principal aja sih ..."Forgiven not forgotten".
Gue bisa memaafkan orang dengan mudah tapi, gue gak mungkin bisa dengan semudah itu untuk melupakan kejadian yang lalu. Bukan berarti gue linger on the past ya. Lebih karena, pengalaman buat gue adalah pelajaran yang paling berharga. Tanpanya, kita gak mungkin bisa menjadi seseorang yang lebih baik. Kesalahan adalah satu hal yang gak mungkin dihindarin. Tapi, dari kesalahan itu lah kita bisa menjadi lebih bijak dan lebih peka serta mengerti bagaimana kita seharusnya menjalani hidup.
Sekali kepercayaan gue dirajam...(mungkin) masih mudah buat gue untuk pick all the pieces, assemble it together again and regain the trust to a person. Tapi, jika untuk yang kedua kalinya terjadi... ... ...deep down inside gue pengen untuk tetep bisa belajar percaya dengan orang yang bersangkutan. Tapi, pengalaman membuat gue ngambil langkah yang berbeda. Langkah yang gue tau akan menjaga perasaan gue sehingga setidaknya meminimalisir rasa sakit yang akan diderita.
Jika ada di antara kalian yang mbaca posting ini, pernah merajam kepercayaan seseorang... jangan pernah marah, jangan pernah merasa tersinggung, jangan pernah berpikir "kenapa gak move-on sih?" ... karena memulai sebuah rasa percaya setelah dikecewakan itu gak mudah.
Minta maaf secara langsung dan tulus ke orang yang pernah kalian kecewain, bisa jadi merupakan langkah awal kalian untuk meraih rasa percaya itu kembali. Setidaknya dalam segala hal, harus selalu ada yang memulai langkah pertama kan?
Tidak ada pikiran yang terbuang percuma. Semua pikiran berguna bagi kehidupan. Sekecil apapun bentuk kontribusinya, membawa arti tersendiri dalam hidup. Apalagi sebuah senyuman.
Memorabilia 80an
Belakangan ini gue lagi suka banget dengerin lagu era tahun 80-an dan sebelumnya.
Heheheh....ketauan deh umur gue.
The thing is, buat gue, lagu-lagu dari masa itu jauh lebih memorable, lebih lucu, lebih menyegarkan dan lebih ...segalanya deh. I mean, compare dengan lagu-lagu jaman sekarang yang isinya gak jauh beda dengan sinetron kita; penuh dengan patah hati, si A selingkuh ama si B, pedekatean dan tetek bengek cinta-cintaan lainnya, lagu masa itu isinya jauh lebih variatif dari segi konten.
Gak bisa disalahin juga sih...at the end of the day, musisi ini akhirnya dituntut untuk memberikan lagu yang bisa mememenuhi ekspektasi pasar. Coba deh, diliat lagu-lagu sekarang ini. Hampir semuanya tidak menawarkan warna musik, cerita maupun nada yang berbeda.
Dari segi vokal pun, koq kayaknya agak-agak nyaru ya antara satu penyanyi dengan yang lain.
Gue tetep aja orang awam di dunia musikalitas ini. Gue cuman penikmat aja. Cuman satu yang gue bangga, gue adalah pecinta musik Indonesia. Jadi boleh dibilang gue peduli dengan musik-musik endonesah. Hihihihihi....
Masih inget dengan lagunya Heidy Diana, "Bintangku-Bintangmu"?
Vonny Sumlang dengan "Ratu Sejagad"nya
Atau mungkin "Bintang-Bintang"nya Tante Titi DJ?
Belum lagi "Kesempatan" Mas Oddie Agam ama Dewi Yull.
Duh masih banyak lagi deh kayaknya.
Gak mungkin juga kan gue mention one by one?
My point is...compare to hari-hari ini, lagu indonesia masa baheula itu jauh lebih menyenangkan untuk didengarkan.
Agak disayangkan karena koq sepertinya kreativitas kita mandeg di urusan-urusan gombal-menggombal ya. Hehehehe....
Heheheh....ketauan deh umur gue.
The thing is, buat gue, lagu-lagu dari masa itu jauh lebih memorable, lebih lucu, lebih menyegarkan dan lebih ...segalanya deh. I mean, compare dengan lagu-lagu jaman sekarang yang isinya gak jauh beda dengan sinetron kita; penuh dengan patah hati, si A selingkuh ama si B, pedekatean dan tetek bengek cinta-cintaan lainnya, lagu masa itu isinya jauh lebih variatif dari segi konten.
Gak bisa disalahin juga sih...at the end of the day, musisi ini akhirnya dituntut untuk memberikan lagu yang bisa mememenuhi ekspektasi pasar. Coba deh, diliat lagu-lagu sekarang ini. Hampir semuanya tidak menawarkan warna musik, cerita maupun nada yang berbeda.
Dari segi vokal pun, koq kayaknya agak-agak nyaru ya antara satu penyanyi dengan yang lain.
Gue tetep aja orang awam di dunia musikalitas ini. Gue cuman penikmat aja. Cuman satu yang gue bangga, gue adalah pecinta musik Indonesia. Jadi boleh dibilang gue peduli dengan musik-musik endonesah. Hihihihihi....
Masih inget dengan lagunya Heidy Diana, "Bintangku-Bintangmu"?
Vonny Sumlang dengan "Ratu Sejagad"nya
Atau mungkin "Bintang-Bintang"nya Tante Titi DJ?
Belum lagi "Kesempatan" Mas Oddie Agam ama Dewi Yull.
Duh masih banyak lagi deh kayaknya.
Gak mungkin juga kan gue mention one by one?
My point is...compare to hari-hari ini, lagu indonesia masa baheula itu jauh lebih menyenangkan untuk didengarkan.
Agak disayangkan karena koq sepertinya kreativitas kita mandeg di urusan-urusan gombal-menggombal ya. Hehehehe....
....I JUST WANNA SCREAM.....that's all

sekali ini aja....
sekali ini aja, gue pengen banget teriak :
TERSERAHLAH!
SESUKA KALIAN!
JANGAN PERNAH NGAREP ORANG LAIN AKAN BISA NGERTI PERASAAN DAN KEBUTUHAN KALIAN JIKA KALIAN GAK MAU BERBUAT HAL YANG SAMA!
TERSERAH!
.....
........
............
..................ah lumayan deh...
belajar satu hal baru hari ini : love yourself, appreciate yourself. Coz, (I don't think) no one else would done the same thing like you did to them.
Life : There's More Than Meets The Eyes - A Tribute to Na
Saya sadar sepenuhnya kalo diri saya bukan manusia yang sempurna. Saya juga yakin tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Karena itulah yang di atas menciptakan kita tidak sendirian. Supaya kita bisa saling membantu satu sama lain, mengisi kekosongan dan saling melengkapi.
Apa yang kita ketahui, mungkin tidak diketahui orang lain. Apa yang orang lain ketahui, mungkin tidak kita ketahui. Semua harus berjalan dengan seimbang. Setidaknya itu yang saya percaya selama ini. Terutama when it comes to a relationship. Having one person being dominant in a relationship is natural. When one person becomes the head, then another one should be the neck. They have their own function but yet, they complement each other.
Tapi, seperti semua bentuk hubungan...adakalanya terjadi perpisahan. Seringnya, perpisahan dianggap sebagai musibah, tragedi atau kejamnya nasib (hayahhhh....).
Dulu saya mungkin akan menjadi orang yang merasa dunia seketika runtuh saat berpisah. Tapi, manusia harus berkembang seiring waktu. Dia harus evolve menjadi orang yang (insyallah) lebih baik dengan segala pengalaman hidup yang telah dijalani seseorang.
Kalo misalnya dilihat dari sudut yang berbeda, bisa jadi sebuah perpisahan merupakan pelajaran berharga yang menyamar. Mungkin itu merupakan jawaban, di luar rasa sakit, sedih dan pahit yang ikut bersamanya. Lagi-lagi waktulah yang akhirnya bisa membuat kita mengerti itu semua. Jadi jika ada pepatah yang bilang "time heals".....itulah makna sebenarnya.
Banyak orang yang merasa perpisahan sebagai musibah. Padahal kalo diliat dari sudut yang berbeda, semua peristiwa buruk yang terjadi di dalam hidup kita hanya sebuah packaging aja koq. Di dalam packaging itu ada sesuatu yang lebih berharga jika mau kita resapi, rasakan dan hayati. Perpisahan kadang bisa jadi merupakan sebuah jawaban. Sepahit-pahitnya, perpisahan memberikan ruang spasial baru untuk melihat segala sesuatunya dari sudut yang berbeda. Membuat kita menyadari bahwa there's more in life than meets the eye. Modalnya tinggal sabar ama waktu.
Setiap dari kita menyukai perjumpaan. Selalu ada harapan baru dan segar yang muncul dari sebuah perjumpaan dengan seseorang.Tapi seringnya kita tidak menyongsong perpisahan dengan sikap yang sama. jika kita kilas ke belakang, adakah perpisahan yang masih kita sesalkan? Dan dari segala perpisahan yang terjadi dalam hidup kita, berapakah di antaranya yang sudah menerbitkan pelajaran atau hikmah yang indah? Sepotong kata “selamat tinggal” atau “putus” kadang menjadi pil pahit yang amat kita hindari. Namun ibarat sebutir obat yang kita minum saat sakit, justru lewat kegetiranlah kita belajar menanggulangi sesuatu. Hati kita semakin kuat. Perjalanan hidup semakin bermakna. Dan, saya percaya, segala sesuatu dalam hidup ini tidak pernah ada yang sia-sia.
Sing sabar ya, na!
Apa yang kita ketahui, mungkin tidak diketahui orang lain. Apa yang orang lain ketahui, mungkin tidak kita ketahui. Semua harus berjalan dengan seimbang. Setidaknya itu yang saya percaya selama ini. Terutama when it comes to a relationship. Having one person being dominant in a relationship is natural. When one person becomes the head, then another one should be the neck. They have their own function but yet, they complement each other.
Tapi, seperti semua bentuk hubungan...adakalanya terjadi perpisahan. Seringnya, perpisahan dianggap sebagai musibah, tragedi atau kejamnya nasib (hayahhhh....).
Dulu saya mungkin akan menjadi orang yang merasa dunia seketika runtuh saat berpisah. Tapi, manusia harus berkembang seiring waktu. Dia harus evolve menjadi orang yang (insyallah) lebih baik dengan segala pengalaman hidup yang telah dijalani seseorang.
Kalo misalnya dilihat dari sudut yang berbeda, bisa jadi sebuah perpisahan merupakan pelajaran berharga yang menyamar. Mungkin itu merupakan jawaban, di luar rasa sakit, sedih dan pahit yang ikut bersamanya. Lagi-lagi waktulah yang akhirnya bisa membuat kita mengerti itu semua. Jadi jika ada pepatah yang bilang "time heals".....itulah makna sebenarnya.
Banyak orang yang merasa perpisahan sebagai musibah. Padahal kalo diliat dari sudut yang berbeda, semua peristiwa buruk yang terjadi di dalam hidup kita hanya sebuah packaging aja koq. Di dalam packaging itu ada sesuatu yang lebih berharga jika mau kita resapi, rasakan dan hayati. Perpisahan kadang bisa jadi merupakan sebuah jawaban. Sepahit-pahitnya, perpisahan memberikan ruang spasial baru untuk melihat segala sesuatunya dari sudut yang berbeda. Membuat kita menyadari bahwa there's more in life than meets the eye. Modalnya tinggal sabar ama waktu.
Setiap dari kita menyukai perjumpaan. Selalu ada harapan baru dan segar yang muncul dari sebuah perjumpaan dengan seseorang.Tapi seringnya kita tidak menyongsong perpisahan dengan sikap yang sama. jika kita kilas ke belakang, adakah perpisahan yang masih kita sesalkan? Dan dari segala perpisahan yang terjadi dalam hidup kita, berapakah di antaranya yang sudah menerbitkan pelajaran atau hikmah yang indah? Sepotong kata “selamat tinggal” atau “putus” kadang menjadi pil pahit yang amat kita hindari. Namun ibarat sebutir obat yang kita minum saat sakit, justru lewat kegetiranlah kita belajar menanggulangi sesuatu. Hati kita semakin kuat. Perjalanan hidup semakin bermakna. Dan, saya percaya, segala sesuatu dalam hidup ini tidak pernah ada yang sia-sia.
Sing sabar ya, na!
Good Bye B2686JH
Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Dan tadi malam saya secara resmi berpisah dengan teman lama. Walaupun saya ndak berharap untuk selamanya...tapi sepertinya saya ndak akan ketemu dia lagi.
Dia udah nemenin saya selama kurang lebih 4 tahun terakhir. Dia selalu ada saat saya seneng, sedih atau hanya sekedar untuk nemenin saya. Dia ndak pernah ngeluh, ndak pernah judgmental, ndak pernah marah atau ngambek ama saya.
Dia menjadi saksi hidup saya, sewaktu saya lagi sedih karena patah hati. Waktu saya bingung dan ndak ngerti harus ngapain saat ditinggal ngambek oleh seorang teman sehingga harus pulang subuh-subuh dari luar kota dan menghabiskan waktu yang cukup lama dalam perjalanan saya. Dia juga selalu nemenin saya sewaktu interview kerja. Temen yang selalu bisa diajak makan bareng di mana saja. Hehehehe.....
Tadi malam, saya berdiri di depan teras kamar dan ngeliat dia berdiri sendirian di luar rumah. terkena embun dan dinginnya malam. Terenyuh euy ngeliatnya. Sedih karena harus melepasnya. Saya kemudian memutuskan untuk membawanya berjalan untuk terakhir kalinya.
Teman ini memang hanya sebuah mobil. Saya juga ndak ngarep sing mbaca post ini akan paham perasaan saya ini. Tapi, histori yang saya alami dengan mobil ini......hard to tell, hard to forget. Setiap kali saya mengendarai sebuah kendaraan, entah itu motor atau mobil, mereka selalu menjadi bagian dari diri saya. Begitulah hal nya yang saya alamin dengan mobil ini.

Penyesalan memang selalu dateng belakangan. Saya mengakui kalo saya bukanlah pemilik mobil yang dengan telaten dalam perawatan mobil. Tapi, saya selalu berusaha menjaga mobil saya dalam kondisi prima. :-) Saya menyesal karena ndak pernah ngasih extra attention untuk si hitam.
Si hitam ini, adalah mobil yang ndak pernah mbuat saya kesulitan. Malah yang ada saya yang selalu menyulitkan dia. :-) Tapi, yah...dia selalu setia untuk nemenin saya. Dan saya berterima kasih untuk itu.
Kejadian ini memang konyol...tapi begitulah lucunya hidup. Kadang realiti itu lebih fiksi dari cerita fiksi itu sendiri. Dan kalian mendapatkan orang yang menitikkan air matanya demi sebuah mobil dan ngucapin salam perpisahan di hari terakhirnya bersama.

Makasih! Thank you for your presence all this time, B 2686 JH. You'll be missed...a lot.
Dan tadi malam saya secara resmi berpisah dengan teman lama. Walaupun saya ndak berharap untuk selamanya...tapi sepertinya saya ndak akan ketemu dia lagi.
Dia udah nemenin saya selama kurang lebih 4 tahun terakhir. Dia selalu ada saat saya seneng, sedih atau hanya sekedar untuk nemenin saya. Dia ndak pernah ngeluh, ndak pernah judgmental, ndak pernah marah atau ngambek ama saya.
Dia menjadi saksi hidup saya, sewaktu saya lagi sedih karena patah hati. Waktu saya bingung dan ndak ngerti harus ngapain saat ditinggal ngambek oleh seorang teman sehingga harus pulang subuh-subuh dari luar kota dan menghabiskan waktu yang cukup lama dalam perjalanan saya. Dia juga selalu nemenin saya sewaktu interview kerja. Temen yang selalu bisa diajak makan bareng di mana saja. Hehehehe.....
Tadi malam, saya berdiri di depan teras kamar dan ngeliat dia berdiri sendirian di luar rumah. terkena embun dan dinginnya malam. Terenyuh euy ngeliatnya. Sedih karena harus melepasnya. Saya kemudian memutuskan untuk membawanya berjalan untuk terakhir kalinya.
Teman ini memang hanya sebuah mobil. Saya juga ndak ngarep sing mbaca post ini akan paham perasaan saya ini. Tapi, histori yang saya alami dengan mobil ini......hard to tell, hard to forget. Setiap kali saya mengendarai sebuah kendaraan, entah itu motor atau mobil, mereka selalu menjadi bagian dari diri saya. Begitulah hal nya yang saya alamin dengan mobil ini.

Penyesalan memang selalu dateng belakangan. Saya mengakui kalo saya bukanlah pemilik mobil yang dengan telaten dalam perawatan mobil. Tapi, saya selalu berusaha menjaga mobil saya dalam kondisi prima. :-) Saya menyesal karena ndak pernah ngasih extra attention untuk si hitam.
Si hitam ini, adalah mobil yang ndak pernah mbuat saya kesulitan. Malah yang ada saya yang selalu menyulitkan dia. :-) Tapi, yah...dia selalu setia untuk nemenin saya. Dan saya berterima kasih untuk itu.
Kejadian ini memang konyol...tapi begitulah lucunya hidup. Kadang realiti itu lebih fiksi dari cerita fiksi itu sendiri. Dan kalian mendapatkan orang yang menitikkan air matanya demi sebuah mobil dan ngucapin salam perpisahan di hari terakhirnya bersama.

Makasih! Thank you for your presence all this time, B 2686 JH. You'll be missed...a lot.
Keep On Writing : Chase For A Dream

Seorang teman, hari ini mengirimkan sebuah sms. Sebuah sms yang berisikan sebuah kutipan dari Pramudya Ananta Toer. Intinya kurang lebih seperti ini :
Tulis, tulis dan teruslah menulis. Biarpun tidak ada yang membaca, tidak disukai atau apapun. Tapi, tulislah niscaya akan berguna kelak.
Saya memang suka menulis. Walaupun saya bukanlah seorang Pramudya, bukanlah seorang Dewi Lestari, bukanlah seorang Andrea Hirata. Saya hanyalah seorang Dandy Widiarko. Seseorang yang bekerja sebagai karyawan tiap harinya. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, dulu orang-orang itu juga seperti saya. Seorang biasa. Mereka berani mengejar mimpi mereka sendiri. Satu hal yang belum bisa saya lakukan. Setidaknya belum dan bukannya tidak.
Saya punya banyak mimpi yang ingin saya wujudkan. Dan saya yakin jika saya bukanlah satu-satunya yang menginginkan itu.
Saya paham sepenuhnya jika mewujudkan sebuah mimpi dibutuhkan kerja keras. Bukan sekedar mengharapkan keberuntungan semata.
Saya tidak pernah sekalipun menyadari sampai saya membaca sms teman saya itu, bahwa kelak suatu hari tulisan saya akan berguna. Dulu (bahkan hingga saat ini) saya selalu berpikir jika tulisan saya tidaklah lebih dari sekedar tulisan sebuah mata kuliah yang berjudul Life 101. Tidak pernah terpikirkan bahwa sedikit banyak tulisan-tulisan saya sendiri mulai mempengaruhi diri saya. Saya mempelajari bagaimana menempatkan diri dalam sepatu orang lain dan saya belajar untuk bisa melihat kembali ke belakang. Saya juga menyadari sedikit banyak tulisan saya juga mempengaruhi orang lain dalam hal yang positif (saya harap demikian).
Intinya...apapun yang kita lakukan, kelas suatu hari akan berbuah hasilnya. Klise? Yup. Saya sependapat. Tapi, begitulah adanya. Satu langkah kecil adalah awal dari sebuah karya yang besar.
Thank's 2 You
Konon katanya yang namanya kematian itu datangnya bak maling di tengah malam. No one knows when it will come.
There's nothing going on but, gue pengen sesekali menuliskan ucapan terima kasih kepada orang-orang di sekitar gue. Karena like I said before, no one knows what will happen in the future. It is my sign of gratitude towards the peoples I love. Orang-orang yang pernah hadir dan selalu hadir selama hidup gue.
Terkadang ucapan terima kasih adalah satu hal kecil yang seringkali kita lupakan esensi maupun efeknya. Hal kecil ini kadang bisa membawa satu perubahan dalam hidup kita sehari-hari. Harusnya perubahan itu, semoga saja, selalu mengarah ke arah yang baik ya.
Mungkin dari sekian banyak nama yang akan tertulis, tentunya akan ada satu atau dua orang yang tertinggal. Untuk itu gue mohon maaf, tapi please do realize eksistensi kalian sama berharganya karena kalian telah hadir di dalam hidup gue. Kalian telah hadir dengan segala tawa dan tangis, semua cerita yang telah kita jalani dan telah kita bagi.
Thank's to :
Me mom, thank you for being there all the time. Thank you for being so understanding. Thank you for everything. There's nothing I can do in this world to repay for what you've done for me.<-fia, you really are my other pea in a pod. What else I can say? You're the best friend I've ever had.
Bimo Wikantiyoso. Seorang sahabat dan sebuah persahabatan yang aneh!
Thank you untuk 12 tahun persahabatan yang sudah terjalin! Gila ya....12 tahun! 12 tahun persahabatan yang mayoritas disponsorin ama operator seluler dan TELKOM!
Thank you for always be there for me, man!
Andini Darmadi & Holson Adi. Sahabat yang melengkapi 4 sekawan SMP PL (Dendol, Bimo, Andini dan Holsoooonnnn). Terima kasih atas persahabatan yang menakjubkan. Persahabatan yang gak bisa diomongin lewat kata-kata. Gue selalu menunggu dan gak pernah lupa saat-saat kita ketemuan ber-4. It is the moment that I've always wait for.
Danny, Erry, Errol dan Ira. Thank you karena telah menjadi rekan sekerja yang m
enyenangkan. Karena kalian, kerjaan berat menjadi ringan. Terima kasih atas segala tawa yang telah kalian ciptakan sampai detik ini. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan sikap maupun perilaku gue yang mungkin tidak berkenan.
Specifically to Danny : Thank's for all the stupidity and sillyness you've created. By far, you're my greatest colleague ever; Erry : Know this charming guy only for a while but yet thank's for the help you've given me. Without you, I might be end up in the hospital every week. You are my soft pillow cushion towards client's attack; Errol : Thank's for the trick and tips. Lu masih ngutang ama gue untuk ngaturin diet gue pokoknya. Thank's atas info kaskusnya juga; Ira : Thank's for being such a nice boss. You're really one of a kind. I thought I would be alone handling this particular brand. Now, you're here....I feel relieved.
Specifically to Danny : Thank's for all the stupidity and sillyness you've created. By far, you're my greatest colleague ever; Erry : Know this charming guy only for a while but yet thank's for the help you've given me. Without you, I might be end up in the hospital every week. You are my soft pillow cushion towards client's attack; Errol : Thank's for the trick and tips. Lu masih ngutang ama gue untuk ngaturin diet gue pokoknya. Thank's atas info kaskusnya juga; Ira : Thank's for being such a nice boss. You're really one of a kind. I thought I would be alone handling this particular brand. Now, you're here....I feel relieved.
Alice, Bayu, Ari, Evan dan Ade. Terima kasih karena kalian telah menjadi rekan kerja kreatif yang mengagumkan! Gue gak pernah merasakan kerjasama se-solid ini selama gue bekerja dimanapun! Buat gue Publicis adalah kalian dan kalian adalah Publicis.
^Angy Rasidy!^
What can I say? Manusia yang satu ini adalah mercu suar gaul gue. Tanpa dia gue bakal jadi katak dalam tempurung di dunia pergaulan se-Jakarta. Terima kasih karena telah menjadi telinga yang siap diganggu setiap saat. Terima kasih karena selalu bersedia untuk dilecehkan senantiasa.
What can I say? Manusia yang satu ini adalah mercu suar gaul gue. Tanpa dia gue bakal jadi katak dalam tempurung di dunia pergaulan se-Jakarta. Terima kasih karena telah menjadi telinga yang siap diganggu setiap saat. Terima kasih karena selalu bersedia untuk dilecehkan senantiasa.

Raka dan Riki (mohon dicatat ini sepertinya gak berhubungan dengan Nakula dan Sadewa). Duo sahabat yang serupa tapi tak sama. Soalnya Raka cenderung tinggi ideal sedangkan Riki cenderung....yah....gitu lah (lawannya tinggi kira-kira apaan? Nah, itulah jawabannya). Terlepas dari kalian telat ngucapin gue ulang tahun di 2008 ini, tapi terima kasih karena udah jadi sohib yang paling top. Nyelain kalian adalah hal yang selalu bisa membuat gue tertawa. Setidaknya sampai AFTA tiba, gue akan terus nyelain kalian. Love you, guys.
<- Rika Kinta, like it or not, you have become my inspiration lately. Though we rarely meet but you've triggered my nerve to reach my dream. I thank you for that.Indra H, thank you for being my friend in debate. Thank you for introducing Rika into me life.
Nanda S, thank you for everything. Without you realizing it, somehow my life has changed since I met you. Miss the old days. Sorry for always stood my promise towards you.
Moza Sukandar, Ria Rachman, Rezamora, Thyas, Adit Gendut, Iwana a.k.a Nensi 1, Mbak Ungs dan semua rekan kerja di Publicis lainnya....what can I say? Publicis bukanlah Publicis tanpa lu semua. Masa kayak gitu gak patut disyukurin? THANK YOU!!!!!
Bajaj Pulsar 180 DTS-i ku yang berwarna merah dan ber-nopol B6138S**. Masa aku melupakan dirimu? Terima kasih karena selalu siap sedia mengantarkan gue ke Gedung Samudera setiap Senin sampe Jumat tanpa keluhan sedikit pun dalam menerjang panas dan hujan!
Fadil, tetangga beda kecamatan! Hehehe....gak pernah basi kalo nongkrong ama lu. Terima kasih karena udah jadi temen nongkrong yang menyenangkan! Selalu aja ada topik baru buat dibicarain.
Bertrand Moeis, "pemilik" Kafe Regal! Terima kasih karena selalu menyediakan oase waktu lagi bosen jalan di PIM! Cepetan kelarin Co-Ass nya deh! Jadi gue bisa minta buatin surat dokter ama lu!
.....who else I missed?
Like I said in my first line of this article.
Terlalu banyak orang yang gue sayang. Terlalu banyak sampai gue yakin 100% kalo gue tulis semua dan apa yang telah mereka perbuat buat gue, halaman Blogger gak akan mampu meng-comprehend semua rasa apresiasi dan terima kasih gue terhadap orang-orang ini.
Untuk semua orang-orang di luar sana, teman-temanku, tanpa kalian Dendol/Dence/Dendy/ Cumi/Kunyuk ini bukan siapa-siapa. Karena kalianlah gue ada dan bertahan. Jadi....terima kasih untuk segalanya.
-Have you said thank you today?-
Knowledge Superiority & Inferiority
Gak ada di dunia ini manusia yang sempurna. Kalopun ada....hmm....ah gak lah. Rasanya gak mungkin ada.
Emang dasarnya udah kodrat dari sebelah sananya, manusia diciptain untuk saling bahu membahu satu dengan yang lainnya.
Masih inget pelajaran sosiologi jaman SMA dulu? Hehehe....kurang lebih itulah definisi kenapa manusia disebut Makhluk Sosial. Kadangkala manusia juga bisa menjadi makhluk So'sial...hehehe....no, no am just kidding.
Okay balik ke inti permasalahan...makhluk sosial, manusia gak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Hal itu terjadi di dalam segala hal, segala aspek dalam hidup kita. Tapi, sekarang yang lagi mau gue bahas adalah : pengetahuan.
Bingung ya?
Gini deh...pernah gak dalam kehidupan sehari-hari lu, kita ketemu dengan orang yang sedemikian merasa dirinya selalu tahu segalanya? Walaupun sebenernya yang dia tahu itu salah, tapi tetep kekeuh kalo dirinya bener. Hahaha....lucu kan kalo ketemu orang kayak gini? Apa malah nyebelin? Dunno...menurut lu?
Buat sebagian orang mungkin ketemu dengan orang begitu bisa jadi nyebelin. Gue sendiri termasuk salah satunya. Alesannya? Simple. Gak semua hal di dunia ini harus diketahui semua pihak kan? Kalopun semua hal di dunia bisa diketahui oleh satu orang, maka TERPUJILAH HALELUYA terhadap kapasitas otak ala Quad-Core Intel Xeon Processornya.
Rasanya cukup wajar dan manusiawi jika seseorang tidak mengetahui satu hal yang diketahui oleh orang lain. Maka dari itu rasanya cukup pantas jika masing-masing orang saling berbagi informasi dengan yang lainnya tanpa perlu merasa dirinya superior dan membuat yang lainnya inferior.
Alangkah baiknya jika kita belajar untuk menghargai segala bentuk apapun yang orang lain berikan atau utarakan. Biarpun hal itu datang dari seorang pengemis, pengamen jalanan maupun tukang sapu di jalan, segala bentuk informasi/pengetahuan itu mahal harganya.
....tapi setelah gue pikir-pikir mungkin akan lebih mudah dimengerti kalo gue kasih contoh yang lebih kongkrit.
-satu catatan gak penting lagi dari Ndol-
Terlambat Bertemu

Temen gue yang kebetulan berbintang sama, so sudden nyuruh gue untuk ngeliat FREE magz. Dia minta gue untuk ngeliat ramalan bintang di situ. Pas gue tanya kenapa, jawabannya cuman :
"Liat aja deh bo. Satu paragraf singkat di situ udah cukup buat ngejelasin apa yang gue alamin."
Alhasil gue bukalah satu halaman di FREE magz. Disitu tertulislah demikian :
Kali ini Anda memang benar-benar sedang menghadapi 'Mr. or Ms. Big'-nya Anda. Seseorang dengan semua kualitas yang Anda cari dalam seorang pria atau wanita, tapi satu paket dengan complicated things yang bikin gregetan! Therefore...biarpun sulit, tapi cobalah supaya tidak membuat perasaan Anda terhadapnya merusak hal-hal lain seperti pekerjaan dan social life. Just go with the flow....
Hmm..gue tiba-tiba agak mikir pas baca itu. Masa iya? Gue yakin kalo untuk saat ini, ramalan itu bener-bener gak applicable. Andaikan ramalan itu terjadi sekitar 2 tahun yang lalu...mungkin ada benernya. Tapi, sekarang? GAK BANGET!
Andaikan hal itu terjadi beneran...andaikan memang seperti itu....pasti rasanya nyebelin ya.
Bayangin aja....
Lu punya pacar. She's just fine. Intinya you have a wonderful relationship with this person. This relationship udah berjalan untuk waktu yang cukup lah. And then out of the sudden.....you meet with this someone. Seseorang yang kebetulan udah cukup lama lu kenal. Tiba-tiba...lu punya feeling tingling ama orang ini. Gak tau kenapa tiba-tiba feeling itu muncul gak diundang. Lu ngerasa begitu klik ama orang ini. Tanpa sadar untuk sebuah momen yang singkat itu, lu langsung ngerasa dia adalah the right one for you.
TAPI,
Dia udah punya cowok. Lu udah punya cewek.
BLAARRRR......BUBAR!
Gue gak kaget kalo tiba-tiba ada yang bilang "Koq rasanya mirip film......Serendipity ya?"
Emang sebenernya mirip banget. Malahan apa yang terjadi di film itu, buat gue adalah satu hal yang sangat mungkin terjadi di dunia nyata.
He or she, the man / girl of your dream, he/she is everything you've dream of but at some point you just can't have him/her.
Akhirnya dia cuman jadi satu sosok yang deket tapi jauh. Seseorang yang gak mungkin kita miliki.
Lebih tolol lagi kalo ternyata dia juga merasakan hal yang sama, tapi keduanya sadar kalo mereka gak mungkin menyakiti pasangannya masing-masing. Andaikan saja kalo mereka berdua tidak terlambat bertemu....mungkin ceritanya lain.
Ada kalanya hal kayak gini bakal terjadi dan yang namanya manusia kadang gak mungkin nipu dirinya sendiri, apalagi when it comes to feeling. Ini adalah saat dimana kita harus belajar untuk bertanggung jawab atas semua tindakan kita dan belajar untuk melakukan manajemen perasaan. Karena everything happens for a reason. Walaupun kita gak selalu langsung tau apa alasannya. Tapi, one thing for sure. You'll never know what you've got until it's gone.
Masa-sih-terlambat-ketemu?
Terima Kasih
Yang namanya manusia emang gak pernah ada puasnya ya...Gak pernah bisa berterima kasih untuk hal-hal kecil yang terjadi di hidupnya.
Dapet emas, ngeliat berlian jadinya pengen juga.
Coba deh, kita inget-inget lagi beberapa hal yang pernah kejadian di dalam hidup kita untuk tau kenapa gue bisa bilang kalo kita sebagai manusia ndak pernah ada puasnya.
Punya pekerjaan tetep. In the end biasanya, kita malah ngeluh :
"Aduh, kerjaan koq ndak ada abis-abisnya sih?"
"Bos sialan, bisanya cuman nyuruh-nyuruh!"
"Aduh lembur lagi...kapan gue bisa punya hidup?"
Kita seringkali gagal ngeliat 'that big picture'. Satu gambaran besar yang harus kita lihat di sini adalah....kita punya pekerjaan dan gaji tetap. Terlepas dari semua stress yang kita alamin sehari-hari. Kita seringkali lupa sama sekali untuk ngeliat kalo di luar sana masih banyak orang yang susah nyari kerjaan. Dan mereka mau untuk bertukar tempat dengan kita kapanpun juga.
Punya suami/istri/pacar yang baik. Ayuk...coba diinget-inget. Apa sih yang paling sering kita keluhin dari pasangan kita?
"Dia gak romantis."
"Kenapa sih dia jarang banget nelpon gue?"
"Koq dia lebih mentingin kerjaannya daripada gue?"
Suami/istri/pacar kita sehari-harinya pasti juga sibuk kerja. Seperti juga kita yang pasti sibuk kerja. Pekerjaan akhirnya membuat pasangan kita lebih stress dari biasanya. Ada kalanya, keromantisan itu akhirnya hilang. Tapi, yang kita kudu inget adalah...selama pasangan kita ada bersama kita, selama ia masih kembali ke kita, selama kita bisa menjadi tempat yang mereka sebut 'rumah', bukannya itu semua udah lebih dari cukup?
Punya hidup yang berkecukupan. Hihihihi....ini mah udah kaitannya ama uang-uangan nih....gue pun kadang masih suka mengeluh dan lupa berterima kasih untuk urusan yang satu ini.
"Mati gue! gaji gue bulan ini tinggal gocap!"
"Yah, gaji gue abis nih. Gara-gara kemarenan pergi minum-minum di Sundaze"
"Shopping mulu....bokek deh eyke!"
Yang namanya urusan duit mah kagak pernah ada abisnya ya.....
Ada aja yang selalu kita keluhin untuk barang yang satu ini. Tapi, coba yuk. Belajar untuk nginget. Sementara kita ngeluh-ngeluh kalo duit kita abis buat shopping, nongkrong di cafe, dugem....di luar sana masih banyak orang yang nyari duit buat makan sehari-hari aja susah. Gue mah gak nyaranin untuk trus out of the blue kita keluar sana dan nyebar duit kita sana-sini. Cuman gue pengen ngingetin aja sih...kalo kita sebenernya perlu bersyukur untuk apa yang udah kita dapet. Besar kecil gaji gak masalah...yang penting adalah kita udah bisa bersyukur atas apa yang kita terima.
Ah....padahal terlepas dari gue menulis hal-hal ini, gue sendiri juga masih harus banyak belajar untuk berterima kasih...
Thank you, Lord.
Dapet emas, ngeliat berlian jadinya pengen juga.
Coba deh, kita inget-inget lagi beberapa hal yang pernah kejadian di dalam hidup kita untuk tau kenapa gue bisa bilang kalo kita sebagai manusia ndak pernah ada puasnya.
Punya pekerjaan tetep. In the end biasanya, kita malah ngeluh :
"Aduh, kerjaan koq ndak ada abis-abisnya sih?"
"Bos sialan, bisanya cuman nyuruh-nyuruh!"
"Aduh lembur lagi...kapan gue bisa punya hidup?"
Kita seringkali gagal ngeliat 'that big picture'. Satu gambaran besar yang harus kita lihat di sini adalah....kita punya pekerjaan dan gaji tetap. Terlepas dari semua stress yang kita alamin sehari-hari. Kita seringkali lupa sama sekali untuk ngeliat kalo di luar sana masih banyak orang yang susah nyari kerjaan. Dan mereka mau untuk bertukar tempat dengan kita kapanpun juga.
Punya suami/istri/pacar yang baik. Ayuk...coba diinget-inget. Apa sih yang paling sering kita keluhin dari pasangan kita?
"Dia gak romantis."
"Kenapa sih dia jarang banget nelpon gue?"
"Koq dia lebih mentingin kerjaannya daripada gue?"
Suami/istri/pacar kita sehari-harinya pasti juga sibuk kerja. Seperti juga kita yang pasti sibuk kerja. Pekerjaan akhirnya membuat pasangan kita lebih stress dari biasanya. Ada kalanya, keromantisan itu akhirnya hilang. Tapi, yang kita kudu inget adalah...selama pasangan kita ada bersama kita, selama ia masih kembali ke kita, selama kita bisa menjadi tempat yang mereka sebut 'rumah', bukannya itu semua udah lebih dari cukup?
Punya hidup yang berkecukupan. Hihihihi....ini mah udah kaitannya ama uang-uangan nih....gue pun kadang masih suka mengeluh dan lupa berterima kasih untuk urusan yang satu ini.
"Mati gue! gaji gue bulan ini tinggal gocap!"
"Yah, gaji gue abis nih. Gara-gara kemarenan pergi minum-minum di Sundaze"
"Shopping mulu....bokek deh eyke!"
Yang namanya urusan duit mah kagak pernah ada abisnya ya.....
Ada aja yang selalu kita keluhin untuk barang yang satu ini. Tapi, coba yuk. Belajar untuk nginget. Sementara kita ngeluh-ngeluh kalo duit kita abis buat shopping, nongkrong di cafe, dugem....di luar sana masih banyak orang yang nyari duit buat makan sehari-hari aja susah. Gue mah gak nyaranin untuk trus out of the blue kita keluar sana dan nyebar duit kita sana-sini. Cuman gue pengen ngingetin aja sih...kalo kita sebenernya perlu bersyukur untuk apa yang udah kita dapet. Besar kecil gaji gak masalah...yang penting adalah kita udah bisa bersyukur atas apa yang kita terima.
Ah....padahal terlepas dari gue menulis hal-hal ini, gue sendiri juga masih harus banyak belajar untuk berterima kasih...
Thank you, Lord.
Subscribe to:
Posts (Atom)

