Tidak ada pikiran yang terbuang percuma. Semua pikiran berguna bagi kehidupan. Sekecil apapun bentuk kontribusinya, membawa arti tersendiri dalam hidup. Apalagi sebuah senyuman.
Changes
"I happen to know the answer to this...Because you're hoping you're wrong, and every time she does something that tells you she's no good, you ignored it and every time she comes through and surprises you, she wins you over and you lose that arguments with yourself that she's not for you."
Really? Hmm....I said this many times before. When you're in love, logic and healthy mind sometime went berserk even it won't exist anymore. All you see is your love one in front of your eyes.
Kadang akhirnya jadi suka bertanya-tanya...
whether he/she is the right person for us or not?
Why he/she don't do this or do that?
Why he/she do that or do this?
Why he/she ask me to do this or that?
Change this! Change that!
etc...etc....
Untuk sebagian orang, perubahan adalah sesuatu yang tidak nyaman. Kayaknya kita semua cenderung pengen main di safe-side dalam setiap aspek hidup kita. Jadi begitu ada hal yang berubah atau diminta untuk berubah....kita cenderung males atau defensif.
Tapi, satu hal yang harus lu tau dan rasanya cocok kalo jadi bahan pemikiran. Sebuah perubahan terlepas itu datang dari hati atau karena permintaan dari pasangan, bukan lah sebuah pengorbanan. Jikalau itu masih dianggap sebagai suatu pengorbanan, itu adalah sebuah pengorbanan demi kebaikan ke arah yang lebih baik.
keJUDESan
Masa? Gee....gak pernah sekalipun terbersit niatan gue untuk judes. Kalo ada orang yang merasa dijudesin ama gue.....maaf ya.
Pemicunya....pemicu yang membuat gue nulis blog ini adalah...salah seorang temen gue so sudden out of the blue bilang, "Lu judes sih!". Damn...padahal gue cuman lagi cerita soal klien yang lagi reseh soal kerjaan....lah koq ya bisa-bisanya dia bilang itu kejadian gara-gara gue judes?
D'OH!!!! Gak nyambung kale....
Eh afterwards, koq gue jadi kepikiran....masa iya sih gue judes?
...pas gue tanya ke temen-temen gue yang lain via YM.....
Ang: YIP!
Dew: iyeh hahhaa
Ded: tapi agak galak seh muka lo dan
Gus: lo tuh ga judes, cuma silet aja
Rat: lbh tepatnya blagu
Sis: utk orang yg belum kenal lo, bs jadi begitulah yg mereka tangkap

Hics....hics.......hics..hics....HICS...
Gue sadar sih impresi yang gue kasih ke orang pertama kali kemungkinan besar, mereka akan dapet kesan kalo gue judes.
Padahal gak ada sedikitpun maksud gue untuk memberi kesan judes. Dasarnya gue pendiem. Bukan orang yang rame. Mungkin, gue rasa, itulah yang menimbulkan kesan judes itu.
Gue pribadi mah, kagak doyan judes. Wong gue sendiri juga gak betah ngadepin orang judes. Masalahnya...gak mungkin donk gue senyum-senyum sendiri di meja gue atau saat gue nongkrong....bisa-bisa disangka mentally-disorder.
Kalo muka gue yang emang kesannya judes....yah itu mah susah atuh. Udah templatenya begitu dari sono!
Bukannya self-defense lho. Tapi, once you get to know me...sebenernya gue tuh gak judes koq. :)
Malah kadang gue mikir....kalo gue itu kelewat friendly. Hehehehe....iya gak ya?
HP MINI GIANT BANNER @ SENAYAN CITY
Codependency Feeling
kasmaran? More or less...
kangen? ....itu mah tiap hari.....
Tau deh...cuman yang gue tau, gue belakangan ini rasanya otak lagi gak bisa mikir. Walaupun gak ngaruh ama kerjaan sih...cuman koq rasanya mau ngapa-ngapain males.
Mau makan enak, rasanya yah gitu-gitu aja....
Mau tidur...udah belakangan ini rasanya susah tidur...
Mau jalan...mau kemana juga di Jakarta yang udah kayak gini? Capek juga ngider-ngider di kota ini.
As much as I hate to admit, gue sebenernya tau apa yang terjadi ama diri gue ini....
Gue mungkin..sepertinya....agak........sedikit...........terlalu kangen ama seseorang.
Damn...gue kira gue udah gak perlu ngalamin perasaan codependancy kayak begini. Gue kira gue udah bisa cukup mampu untuk gak terlalu bergantung dengan orang lain. Sebenernya sih memang udah bisa....tapi, ternyata seiring waktu berjalan that "needy" feeling itu masih ada.
Untungnya pasangan gue saat ini sampai sejauh ini bisa comprehend dengan segala "needy" gue itu. Constantly dia nelpon gue over lunch day by day.....checking my whereabouts everyday....for me that's ENOUGH to fulfill my "needy" needs.
Thank GOD I found you....
Kesel Sekesel-keselnya
Bikin giant banner buat Senayan City, ukurannya baru dapet hari Senin.
Ukuran yang ternyata segede bagong. Ya iya lah...secara ternyata kalo dirunut, tuh ukuran termasuk salah satu dari ukuran paling gede yang pernah dibuat.
Okay fine....gladly will help them to accomplish their wishes. So, the day after gue develop dunk tuh lay-out. Once it approved in the late afternoon, gue kudu prepare yang namanya FINAL ARTWORK. Nyang dimana, semua file yang ada di dalemnya udah kudu high resolution (maksudnya high resolution adalah dimana kalo suatu gambar itu kalo dicetak dengan ukuran yang gede, kagak bakalan pecah atau pixelate).
Nah it turns out dengan ukuran segede itu, gue kudu nge-download file sebesar 200MB. Supaya gambar produknya kagak pecah. Ditengah hecticnya gue susah ngedownload, nyokap gue telpon and dia masuk ke UGD.
And then klien gue meng-claim kalo ternyata dia udah nge-downloadin gambarnya. And dia bilang kalo gue harusnya ngambil dari tadi siang. COME ON!!!! Kalo emang beneran dia udah ngasih tau gue dari siang, masa iya ga gue ambil? Masa gue mau ngerepotin hidup gue sendiri? Gak ada gunanya juga gue nunda kerjaan. Gak penting. Mending gue lekarin secepet-cepetnya. By the time clock is ticking...gue udah harus pergi ke rumah sakit and I told my client so....dia cuman bilang "Mana gue tau kalo nyokap lu masuk rumah sakit. Secara kan lu baru bilang hari ini!"
Menurut lu!!!!!!!!!!!!!!!
Menurut lu, orang masuk UGD bisa direncanain?
1 hal yang selalu gue pegang dalam bekerja adalah FINISH YOUR JOB ASAP. NICELY DONE. AS GOOD AS IT GETS.
Masalahnya gak ada gunanya juga gue nunda-nunda kerjaan kan? There's no advantage for me.
Tapi, yang gue paling gak suka adalah kata-katanya soal nyokap gue masuk rumah sakit. Seribet-ribetnya kerjaan yang lagi lu adepin, gak sepantasnya lu bicara seperti yang dia lakukan ke gue. I don't give a damn whether you're in a stress condition or you're in a bad mood, you have no right to said things like that to a person yang sedang dalam kondisi menghadapi orang yang disayanginnya masuk ke UGD.
Gue berharap supaya kita smua belajar untuk nempatin diri di posisi orang lain.
It's nice and it's important to be able to view from someone else's POV.
I may not be the perfect person. But, am trying to be one.
Way Back Into....
So, I guess it's time already to start and write something. Satu hal yang muncul pertama kalo di otak gue hari ini adalah sebuah lagu. Lagu dari film Music & Lyrics. Lagu yang sering gue dengerin, tapi gue baru ngeh kalo lagu ini more or less, sedikit banyak...agak-agak mirip dengan apa yang gue alamin for the last 2 years. Especially since my last relationship. Each line represents my life back then. Let's see it first before bicara lebih jauh lagi....
I've been living with a shadow overhead.
Hmm...shadow overhead ya....dulu untuk keluar dari comfort zone itu susah kali. Gak berani dan rasanya gak mau untuk berubah. Then again, humans are prone to changes.
I've been sleeping with a cloud above my bed.
Hahaha....jadi inget. Dulu gue mah dangdut banget. Bisa-bisanya nangis sendirian di kamar. Malem-malem. Iyeee....gue pernah nangis. Gue ndak malu untuk mengakui. Nangis karena gue takut untuk sendirian for good.
I've been lonely for so long.
Not that long, tapi...quite long enough. Especially, am not the type who can not live by my own.
Trapped in the past.
Like I said before, old habit die hard.
I just can't seem to move on!
I thought, I can't move on.
I've been hiding all my hopes and dreams away.
Just in case I ever need them again someday.
I've been setting aside time,
To clear a little space in the corners of my mind!
Ada satu masa dimana dulu gue berpikir kalo sepertinya gue gak bakalan bisa ketemu orang yang bisa comply lagi ama gue. Gak akan ada orang yang bisa gue ajak share semua seneng-senengnya gue dan sedih-sedihnya gue. Jadi gue lebih baik ngilangin semua harapan-harapan pepesan kosong itu (setidaknya saat itu).
Gue memilih to put aside all those feeling though I know am going to need it again one day, just to prevent the heart getting hurt again.
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
Like I said many-many times before....gue udah capek nyari. I need someone steady and commited.
I've been watching but the stars refuse to shine.
I've been searching but i just don't see the signs.
I know that it's out there.
There's got to be something for my soul somewhere!
Hahaha....gue gak pernah mau menyadari kalo sebenernya there's someone somewhere out there for me.
I've been looking for someone to shed some light,
Not somebody just to get me through the night,
I could use some direction,
And I'm open to your suggestions.
I was looking for someone yang bisa diajak share about life. That can guide each other when the road seems dark and you just can't get thru it alone.
All I want to do is find a way back into love.
I can't make it through without a way back into love.
And if I open my heart again,
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end!
Do I find the one already? Perhaps yes, perhaps not. I can't say whether I found my soulmate for now. Though I do hope, I have found the one. I really do hope that this person is the one that I will spend the rest of my life with. I made a promise to myself that I will make this one works. I will go the distance.
There are moments when I don't know if it's real
Or if anybody feels the way I feel
I need inspiration
Not just another negotiation
Need me to say more? :)
Inti dari tulisan ini adalah...dulu gue adalah orang yang bodoh. Then again, who's not? :)
I was affraid that I can't survive dari kesendirian gue. Gue pikir gue gak akan bisa lepas dari semua comfort zone yang udah gue punya. Gue pikir...gue gak akan ketemu dengan another special someone that can spend the rest of my life with.
But, now the quest is over.
Attention! Cuddle Bear

Agak gak nyambung ya dengan judul tapi....I guess you'll know what am trying to say.
Seringkali gue ngerasa takut terhadap segala bentuk perhatian dan rasa sayang yang gue tunjukkin towards my spouse.
Takut kalo dia someday, someway ngerasa kalo perhatian yang gue kasih terlalu over. Walaupun in my defense, semata-mata gue berbuat itu karena yaaa....emang gue sayang banget ama dia. No other reason. Saking sayangnya...it's like that you don't want to be separated from your love one even for a while.
Mungkin that's my biggest weakness when it comes to a relationship. Sometimes I tends to be attention freak. :)
Sebenernya sih, as long as I know where my spouse is; as long as the communication runs smoothly, continuous and intensively; as long as my spouse is willing to share setiap aspek dalam hidupnya...then I shouldn't be such an attention freak. Tapi, this bad habit of mine reduce gradually within time since someone said something that made me believe kalo ternyata masih ada orang yang bener-bener bisa memegang kata-katanya saat awal pertemuan gue dengan dia.
Balik lagi, tidak ada niat untuk membuat siapapun terutama orang yang gue sayang untuk merasa suffocating dengan segala bentuk perhatian yang gue kasih.
Apa yang gue lakuin, hanya semata-mata untuk bilang "I love you for good". Nothing more, nothing less. People just have different way of showing their attention...and if I'm being so spoiled like a child that is so happy when he get presents,....that's just the way it is of showing how much I love you.
True To Your Heart

A best friend of mine, sebutlah namanya Ng, recently got back with her ex. Jujur aja nih, gue gak terlalu seneng about this. Mungkin karena gue ngerasa kalo her ex bukanlah orang yang tepat untuk Ng. Let’s just say, that the efforts akan lebih banyak dateng dari Ng untuk keeping up with the relationship.
Karena, gue gak mau dia ngeboongin dirinya. Gue gak mau dia ngeboongin perasaannya dia. Perasaan bukan sesuatu yang bisa disangkal. Kalo memang kita masih sayang sama orang, lebih baik kita bilang ke mereka langsung. Lebih baik kita tetap bersama mereka. Selama hal tersebut gak ngerugiin kita, pastinya ya.
Be true to your heart. That’s all.
If you love someone, tell him/her. Tell him/her anytime you have the chance.
If you still love someone, tell him/her. While you still have the chance.
Who knows??

Di dunia ini gak ada seorang pun yang tahu kapan mereka akan jatuh cinta. Ibaratnya kiamat, jatuh cinta datang tidak terduga. Kayak maling yang datang mengendap-endap di waktu malam. No one knows.
Jatuh cinta pada pandangan pertama. Jatuh cinta setelah sekian lama, setelah mengenal lebih jauh orang yang kita sayangi. Jatuh cinta karena keadaan atau lazim disebut witing tresno jalaran seko kulino. Dan masih banyak bentuk lainnya. Tapi, semua itu berawal di satu kata...jatuh cinta, FALL IN LOVE.
Rasanya gak mau jauh-jauh dari si dia. Pengennya ketemu melulu. Pengennya meluk mulu. J Yeah, I know that feeling.
I might not be able to offer you the world. Here I am standing with all I’ve got, only for you.
I’m just a human being who happens to be in love with a person and that person happens to be you.
I will cherish you if you want me to. I will safeguard you in anyway that I can do as a human being.
I just hope my effort won’t be in vain.
Small Note From Someone Whom Is Insignificant

Kita semua pasti pernah ngerasa capek. Tapi, pernah gak ngerasa capek yang bener-bener capek? Capek ngadepin semuanya yang ada. Capek kerja, capek tidur, capek akan hidup. Tapi, urge untuk bunuh diri gak ada.
Ngeri ya? Hmm..yah begitulah. Gue sedang dalam fase itu. Fase yang kerapkali datang menghantui gue. Fase yang gak milih-milih kapan datengnya. Tiba-tiba nongol begitu aja. Gak diundang.
Gue gak mau lagi bunuh diri. LAGI? Iya, gue gak mau lagi. Dulu sekali pernah gue mencoba untuk bunuh diri. Setelah lewat masa itu...gue sadar kalo bunuh diri itu adalah perbuatan bodoh. Selain prosesnya gak enak, come on man, life is too beautiful to be miss just like that.
