blank.

i love you.
i promise to my self that i will always love you.
i promise that i give my all to you.

but, not even once you've seen things through my eyes.
it's you and always have been you.

some people, need some time to find their way back.

i was lost. i was confused. i was afraid.

the light that i expected to guide me.... vanished into thin air.
there's no one waiting for me in the end of the tunnel.

but, never mind.
i think i'm still keeping my promise. i think i can keep my promise.

then again, i've lost my hope.
not much of difference...i've always been... i'm getting used to with ...celibacy

Courage...a letter from Juliet

Verona, Italy, kota yang menjadi inspirasi Shakespeare dalam menulis Romeo dan Juliet. Kisah cinta tragis antara dua anak manusia yang saling cinta tapi orang tua mereka gak cucok satu sama lain. Niatannya kawin lari, tapi akhirnya gara-gara belum ada BBM, Juliet dan Romeo, miskomunikasi. Juliet yang diberikan obat sehingga tertidur bagaikan orang mati, dikira mati beneran sama Romeo. Romeo yang patah hati karena (berpikir) bokinnya meninggal...akhirnya bunuh diri deh.

Coba kalo waktu itu udah ada sms atau BBM, pasti mereka bisa janjian dulu untuk bikin rencana. :-)

Rumah yang dipercaya menjadi inspirasi Shakespeare sekarang ini jadi tempat wisata dimana pere-pere yang desperate nulis surat untuk Juliet dan curhat soal love-lifenya. Ndak tau deh beneran dibales apa ndak.
Anyway, one thing inspire the other, sebuah film layar lebar pun kemudian lahir terinspirasi dari surat-surat itu. Letters to Juliet.



it's a cheesy romantic movie actually. But, what I love most about it, is the location. I always love Italy dan satu adegan dimana Claire (Vanessa Redgrave) membacakan surat balasan dari "Juliet" yang ditulis oleh Sophie (Amanda Seyfried) pada saat pernikahannya. Pernikahan yang terjadi setelah 50 tahun Claire berpisah dari Lorenzo (Franco Nero), kekasih yang ia cintai dulu banget. Tanpa surat itu, Claire mungkin tidak akan bertemu dan menikah dengan Lorenzo. Surat itulah yang akhirnya membuat ia pergi ke Italy dari Inggris untuk mengejar the long lost love.



Kadang kita suka begitu gak sih? Suka berpikir "Gimana kalo....?" atau "Coba aja kalo....?" atau "Seandainya dulu....". Kita seringkali menyesal karena tidak berani mengejar seseorang yang kita sebenernya sayangi. Karena kita takut. Takut akan sesuatu yang belum tentu terjadi. Takut akan penolakan. Takut akan hal-hal lain....

Kita hanya perlu keberanian untuk mengambil resiko dan belajar untuk menerima apapun yang terjadi. Dan jangan pernah takut untuk terus belajar mencintai seseorang kembali. Coz the greatest thing you'll ever learn is to love and be loved in return.

But also to forgive.....

Just a thought...

One lied. One realize that it is still a lie, nonetheless.
One realize it, One admit it, One acknowledge it.

One tried to make things better.
But, apparently it is pointless.

There are doubts, suspicions and negativities that I can't clear of your mind.

I tried.

Now, I'm lost.

Lost in a way how to convince you that I do NEED you.
I do LOVE you.
There's no body in this world I would rather be than yourself.

*sigh*

If only, you would know.

ALL ABOUT ME

today, we are talking about me. yes, sir. M.E. only me alone. today is all about self-centered fool who thinks that the world is evolving around him.

I am a person who consider himself as a subtle person. adore simplicity. despise complexity. rather shut my tramp than create ruckus.

I do realize at some point, I've never really done anything that I really want in my life. I am afraid of changes. I don't like changes. Changes creates insecure feeling inside me.

I am also proud to say that I'm quite a patient person. Calm at heart. But, one thing about me...don't tempt my anger. don't tempt my understanding. don't tempt me for saying things that you would regret in the future for even trying to take the devil out from me.

I've been understanding all of my life. I've been the sponge. I've been the cushion. I've been the pillow, bolster, air-bag. And impact after impact. I'm tired.

I've done mistakes. But who doesn't? Humans made mistakes all the time. If they're not, then perhaps we are gods.
Mistakes does make us human. It's what makes us. It's a dance you perfect over time.

I've learned my lessons. I'm trying all my best for not repeating the same shit all over again.

I want to be selfish sometime. Please tell me how.

I wanna be a person who doesn't care what other people felt towards my action. I'm tired of being understandable all the time.

I wanna get out from my shell.

I wanna get the hell out of this country.

I wanna be alone.

I know, some people rather hurt than feel nothing at all. But, for me, feel nothing at all might be an option for consideration.

For now, I want you to understand me. All of you!
I don't ask a lot. I never did. Just don't bind me.

I am a detail person. I am an obsessive compulsive disorder. But, I'm not meticulously goes into tiny details.

Because I value small things.

I only need a hug. I only need a pat in the back saying that everything is gonna be alright.
I don't need to hear "I understand" while you don't mean it.

Hey perhaps, all i need is a shot of whiskey. C'mon....pour me some. And me like it!

Life Lesson Adventure

Hidup itu cuma sekali.

Nenek-nenek koprol ke liang kubur juga tau statement barusan. Hehehe...

Tapi, berapa banyak dari kita yang bener-bener mikir maksud dari statement barusan?

Berapa banyak dari kita yang bener-bener hidup untuk saat ini dan menikmati setiap detik yang lewat?

Waktu kita kebanyakan habis untuk melakukan apa yang jadi kewajiban kita. Kerja!
Kerjaan yang ga pernah ada abisnya. Kerjaan yang membuat kita tua di jalan. Kerjaan yang bikin energi positif kita abis untuk memperdebatkan hal yang ga signifikan dengan kolega, vendor, dan orang-orang lain.

Kerja emang membuat kita hidup. Kita dapet duit dari pekerjaan kita. That's true.
Kebanyakan dari kita bekerja untuk sesuatu yang sebenernya bukan passion yang kita inginkan. Iya ga? Kebanyakan kerja karena ndak ada opsi lain. Gw iri dengan orang-orang yang bisa kerja untuk passion yang mereka miliki. Bukan berarti gw ga punya passion terhadap apa yang gw kerjain sekarang ya. Cuman...mungkin gw saat ini lagi bener-bener berada di titik jenuh.

Saat ini gw mikir kalo there's more to life than meets the eye. Why I would spend my life working for something that consumes my life wholly?

Setiap kali gw ngeliat NatGeoAdv channel...I know what is my passion. That is to travel. To know peoples. To learn cultures. To spread the knowledge to someone else. Terlepas dari itu semua, poinnya adalah hidup memang indeed terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Too many good things to be missed.

Some of us never dare to walk-out off our comfort zone. That includes me. Hmmm...I think I need to do just that. Don't u think?

Tanda-Tandanya...

DISCLAIMER : Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung siapapun maupun komunitas tertentu. Tulisan ini hanya semata-mata observasi serta opini pribadi dan opini dari teman-teman diskusi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika di kemudian hari terdapat pihak yang tersinggung, maka mohon sekiranya dimaafkan.


Horeee...posting pertama di tahun 2011 ini. Selamat tahun baru yaa...semoga selalu handal jaya sentosa ke depannya. :-)

Di tahun baru ini, Mikir-Mikir berharap supaya ke depan semua postingannya bisa lebih segar, membumi dan gak melulu cinta-cintaan. :-)

Maka dari itu, Mikir-Mikir tampil lebih segar dengan template baru dari blogger. :-)

Mau pindah ke wordpress dan punya domain sendiri, koq rasanya belum siap ya. Belum sehandal Mas DimNov dan Mas RyuDek (keduanya blogger favorit saya #jujur!)


Ide posting kali ini muncul dari pengalaman pribadi rekan kerja sekaligus teman saya, Barbie. Pengalaman kehidupan percintaannya seringkali berakhir dengan mengetahui kalo gebetannya itu ternyata ndak suka perempuan. Suatu hari, saya menelurkan ide iseng...


Gimana kalo gue bikin satu posting yang isinya gimana caranya supaya perempuan tau tanda-tandanya laki-laki yang ndak suka perempuan?


Tentunya posting ini, seperti yang sudah disebutkan awal di disclaimer, ndak bisa dipertanggungjawabkan.


Nah...berikut ini beberapa tanda-tandanya.

  1. Peduli ama bentuk tubuhnya. Mungkin karena cowok yang cenderung menilai segala sesuatunya dari penampilan fisik terlebih dahulu, jadi bentuk tubuh yang menarik tentu jadi daya tarik utama mereka. Katanya sih dari mata pindah ke hati. Halahhh.....
  2. Fashion update. Biasanya mereka paling tau mal mana yang bakal ada midnight sale dan brand apa aja yang bakal ikutan sale.
  3. Branded minded. Kebanyakan biasanya cenderung pengen punya barang-barang yang branded. Kalo misalnya ada temennya yang pake barang bagus dan branded, biasanya at the end of the day, mereka juga ikutan beli barang yang sama atau at least mendekati.
  4. T-shirt V-neck. Bukan sekedar t-shirt v-neck biasa. Umumnya V-neck yang mereka pakai itu berbelahan rendah nan ketat. Therefore, we can see men cleavage. Yang badannya six-packed / jadi, pasti yang paling sering pake ini. Terutama emang lagi nge-trend nampaknya walau gak yakin apa tahun ini masih nge-trend juga.
  5. Semua bajunya rata-rata body fit. Punya badan bagus ya masa disembunyikan? Hehehe...sayang, biaya membership gym kan mahal.
  6. Pointy shoes. Tau sepatu kurcaci kan? Yang ujungnya lancip itu. Ini juga salah satu favorit mereka. Terutama yang warnanya putih.
  7. White stuff. Untuk yang satu ini mungkin emang kebetulan lagi nge-trend aja barangkali. Tapi ya emang buanyak yang pake putih di segala penjuru.
  8. Ban pinggang putih. Gak keliatan laki deh kalo pake iket pinggang warna putih. Entah kenapa.
  9. Doyan jadi spotlight di kerumunan massa. Semakin banyak mata yang melirik mereka, biasanya jogetnya makin semangat. BTW, hal ini berlaku kalo di diskotik aja ya. Kalo di tengah hiruk-pikuk mal mereka joget....ya kemungkinan besar emang sakit jiwa.
  10. Foto profil facebooknya lebih dari 20 foto dan semuanya foto sendiri. Kalo banyak yang foto sendiri pake hape, kemungkinan besar 4LaY.
  11. Gak doyan nonton bola. Kalopun nonton bola, either itu lagi final Piala AFF antara Malingsia dan Indonesia, final Piala Dunia atau emang doyan nontonin 12 laki-laki berlarian di lapangan gede sambil keringetan dan tuker kostum di akhir pertandingan.
  12. Merasa hidupnya bak telenovela. Err...ya gitu deh.
  13. Gaya dulu, yang lain nomer dua. Eksistensi dan nama baik seakan dipertaruhkan kalo gayanya gak up-to-date.
  14. Punya postman-bag Bally yang warna talinya merah-putih-merah.
  15. Kalo diajak jalan-jalan ke Bangkok...Chatuchak it’s a must. Kudu belanja. Liburan gak belanja, bagai sayur tanpa garam, kurang enak, kurang sedap.


Lagi-lagi saya informasikan sekali lagi. Semua ini didapat dari hasil observasi semata dan gak bermaksud menyinggung lho. :-)


List ini sebenernya bisa lebih panjang lagi kalo saja saya memang khusus meluangkan waktu secara khusus dan menulisnya bersama dengan teman saya itu. Mungkin akan diupdate lagi nanti.


Tapi, terlepas dari itu semua, saya mengagumi keberadaan pria-pria ini. Karena kebanyakan dari mereka mempunyai kepribadian yang kreatif dan supel. Mereka cukup berdedikasi terhadap apa yang mereka kerjakan dan they actually can deliver a good result in anything that they do.


Terlepas dari kekecewaan yang teman saya alami, saat mengetahui gebetannya ternyata ndak suka ama perempuan, tapi ndak bisa disangkal kalo gays are girl’s best friend (and diamonds). Tau kenapa? Dari asumsi saya, mungkin karena mereka cenderung mempunyai perasaan yang lebih sensitif sehingga resonansi perasaan empati terhadap teman wanitanya lebih berasa dibanding jika seorang wanita curhat ke pria biasa. Therefore kebanyakan wanita merasa aman dan nyaman jika memiliki seorang teman gay di sisinya. Anyway, terlepas dari semua itu, isn’t it this kind of difference that creates the beauty in life?

Pikiran WC di Pagi Buta


*sigh*

Gak bisa tidur gara-gara punggung sakit merana durjana. Fesbuk udah dikelilingin sampe bosen. Twitter udah dibukain setiap trending topic yang ada. Jadi harus ngapain lagi sebelum matahari akhirnya terbit dan menyuruhku untuk berangkat ke kantor?

Blogging? Hmm..udah lama gak blogging.
Lebih karena emang gue lagi ga ada topik buat diobrolin sih.
Hidup gue lagi flat. I mean flat adalah....bener-bener flat. Gak ada hiruk pikuk. Sebenernya gak papa sih emang. Gue justru lebih seneng kayak gini. Gue lagi gak pengen diganggu dengan kejadian-kejadian gak penting. Kerjaan. Omelan. Curhatan. Sampe urusan drama-drama kehidupan yang gak beda ama sinetron-sinetron di tv.

Gw lagi pengen tenang. Gw lagi pengen menjalani hidup dengan yang pasti-pasti aja. Tanpa harus mbaca pikiran orang, tanpa harus memahami orang dengan hati.

*sigh*

Mungkin gue sekarang ini justru malah lebih banyak mengeluh. Mungkin lho ya.
Atau mungkin karena gue sebenernya lagi gak tau apa yang mau gue lakukan dengan hidup gue?


*sigh*

Surat Terbuka Buat Pemda Jakarta

Dear Pengurus Pemerintah Daerah DKI Jakarta,

Gue udah lebih dari XX tahun hidup di kota ini. Kota metropolitan yang notabene merupakan ibukota negara Indonesia. Gue suka banget ama kota ini. Kota ini menyediakan kebutuhan gue dari A - Z deh pokoknya.
Cuman belakangan ini, setahun- dua tahun terakhir...kota ini makin lama, makin gak nyaman untuk ditinggalin. Mulai dari macet yang gak berkesudahan, banjir dimana-mana sampe transportasi umum yang nyaman hanya berjalan seumur jagung.

Sebagai warga yang baik, pengen deh gue ngasih ide untuk persoalan-persoalan yang mengganjal di kota ini. Hanya ide inisial yang mungkin terlihat sok tau juga sih....hey tapi at least I've spoken my mind kan? :-)

Berikut ini adalah beberapa dari masalah yang saya rasa pelik di kota tercinta kita ini plus beberapa ide untuk menyelesaikannya.
WHAT : MACET YANG TAK KUNJUNG PADAM
HOW :
1. Berikan batasan usia kendaraan, baik itu motor maupun mobil, yang boleh beroperasi di jalan-jalan Jakarta. Maksimal 10 tahun. Afterwards....jadi besi tua.

WHAT : BANJIR...BANJIR....BANJIR
HOW :
1. Spare budget daerah dan fokus pada pembersihan kali, relokasi pemukiman di bantaran kali dan pembangunan saluran air bawah tanah secara terpadu. Don't do anything else until this program said and done. Tentuin target selesai....1 tahun!
2. Kerahkan seluruh kontraktor, dengan imbalan tambahan untuk para kontraktor itu bahwa selama 3 tahun mereka bebas dari segala pungutan pajak.

WHAT : TRANSPORTASI UMUM!
HOW :
1. Paksa Organda DKI dan operator otobus untuk memberikan gaji tetep untuk semua karyawan otobus beserta tunjangan-tunjangannya.
2. Beri gaji tetap dan tunjangan operasional untuk Polantas. Ditambah bonus untuk setiap tiket tilang yang mereka peroleh dari para pelanggar ketertiban lalu lintas.
3. SIM diberikan hanya kepada mereka yang benar-benar mengerti peraturan tata krama berlalu lintas.

apa lagi ya? itu dulu deh....hihihihihihii

Senyum Indonesia

Hari ini timeline gue di twitter seru!

Ada beberapa kejadian di Jakarta hari ini :
1. Kerusuhan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (katanya sih karena sidang lanjutan penembakan di Blowfish).
2. Q! Film Festival di-demo oleh mahasiswa UI.

Okay.

Konon selama ini kita selalu jualan ke luar negri :
INDONESIA itu RAMAH.
INDONESIA MURAH SENYUM.

Tapi dengan kejadian hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dimana orang main bacok orang, bakar-bakar bus, bikin macet jalan sekeliling lokasi....

wah false advertising nih!

Gue sendiri gak tau duduk perkaranya. Tapi terlepas dari apapun itu, harus seperti itukah resultnya? Bunuh-bunuhan? Bakar-bakaran? After that what? Apa yang di dapet?

Untuk orang yang membacok dan membunuh itu...pernah berpikir gak ya nasib orang-orang yang ditinggalkan oleh orang yang dia bunuh?
Obviously NOT!
Karena jika dia bisa berpikir, maka hal itu gak perlu dan gak akan terjadi.

Let's just say bahwa hasil dari pengadilan itu ternyata tidak sesuai harapan? Ada cara-cara yang bisa ditempuh selain melakukan aksi anarki dan barbar macam itu kan?

Then again, gue rasa kita gak bisa melihat dari satu faktor saja. Karena ada beberapa faktor yang pada akhirnya membuat hal seperti ini (terus) terjadi di Indonesia. Faktor pendidikan, ketegasan pemerintah terhadap hukum dan sebagainya.
Tapi, menurut gue, hal yang paling mendasar adalah (mungkin) akhlak manusia Indonesia sendiri sudah semakin gak bener (jika dirasa menggunakan kata 'bobrok' terlalu ofensif).

--- ---- ------ $$$ $$$ $$$ ----- ---- ---

Untuk Q!FF, konon katanya yang demo adalah anak UI. Which surprises me, a lot. Gue pikir dengan mereka kuliah di universitas ternama, mereka diajarkan untuk menerima perbedaan. Perbedaan di sini yah segala jenis perbedaan lho ya. Lintas suku, agama, ras, antar golongan maupun sexual preferences.

Selama ini gue berpikir bahwa kaum akademisi, cieh..ketinggian ah bahasanya...mahasiswa yang berhasil lulus ujian masuk UI itu pinter-pinter dan open-minded.
Kenapa gue berpikir demikian? Yah iya donk...wong tujuan masuk UI (baca : universitas atau institusi pendidikan manapun) itu kan untuk membuka jendela dunia kan? Supaya jadi pinter dan tau segala hal. Berarti, siapapun itu maka dia siap belajar menerima kenyataan bahwa ada hal-hal di luar lingkungannya selama ini, sebagai suatu situasi maupun kondisi yang berbeda sama sekali. Baik itu dalam urusan nilai-nilai sosial maupun tata krama dan adat istiadat.

Tapi, dengan kejadian demo di Q!FF, gue jadi mempertanyakan keberadaan mahasiswa-mahasiswi yang ikutan demo di situ.
1. Apakah mereka memahami dengan bener apa yang ada di Festival tersebut?

2. Apakah rekan sejawat mereka gak ada yang LGBT juga?

3. Apakah mereka mempunyai kapasitas untuk menilai bahwa keberadaan festival ini akan membuat penontonnya (baca : peserta) bakal berubah convert menjadi kaum LGBT?

4. Emangnya mereka hari ini gak ada kuliah?

5. Lebih penting demo ngurusin hidup orang lain daripada menimba ilmu di kampus?

6. Last but not least, do they have the capacity to judge other people as if they're cleanse from all sins?



Pijet Pijat

Gue suka pijet! Abis stressful day in the office, trus pijet, hmmm pulang ke rumah rasanya enteng.

Kadang gue suka nanya ama diri gue sendiri mengenai pekerjaan mereka sebagai pemijat.

  • Whether are they ashamed of what they do for living?
  • Whether is it their choice for a profession?
  • Can they proudly say out-loud to other people that they are working as masseurs?

For me, terlepas dari mereka adalah pemijat beneran atau pemijat plus-plus, it is still a profession. Regardless apapun juga.

Buat gue, tanpa mereka, gak akan ada yang mau mijit kita untuk ngilangin rasa capek kerja seminggu, atau pegel-pegel karena keseleo atau kecekluk….

Suka gak suka, sadar gak sadar, mereka ini sedikit banyak berjasa lho buat kita. Walaupun mungkin banyak dari kita yang seringkali memandang sebelah mata untuk profesi ini. Kebanyakan dari kita cenderung ngeliat profesi sebagai pemijat itu adalah hal yang negatif.

Considering dari apa yang banyak terjadi, yah gue rasa cukup wajar jika kemudian profesi ini dipandang negatif. Tapi, jangan lupa kadang kita sendiri juga sebagai konsumen yang akhirnya membuat pandangan negatif itu menjadi ada. Contohnya yah ada beberapa bapak-bapak misalnya yang emang suka minta dikasih service extra. Atau ibu-ibu yang keganjenan yang doyan dipijet ama laki-laki muda ganteng dan brotot. Therefore, like any other thing in life, we ourselves takes our part in creating some point of view towards something.

In this case, can we blame them who choose to be a masseur in the first place?

Should we start to give more credit towards this profession? I meant in professional term. :-)